Home Life Style KEBAHAGIAAN KEHIDUPAN DUNIA DAN AKHIRAT

KEBAHAGIAAN KEHIDUPAN DUNIA DAN AKHIRAT

12
0
Terkadang manusia salah mengartikan kebahagian dengan kesenangan, karena pada hakikatnya kebahagiaan lebih bersifat lebih lama dibandingkan dengan kesenangan yang bersifat sesaat.
Manusia adalah makhluk yang mempunyai sifat tidak pernah puas, selalu mencari kebahagiaan menurut ukurannya masing-masing. Di dunia ini tidak ada yang tidak mungkin, asal kita mau berusaha pasti ada jalan. kehidupan manusia akan berubah menjadi lebih baik ketika dia mengubah sikapnya menjadi sikap yang lebih baik.
Seorang manusia yang tidak mau berusaha untuk mencapai keunggulan dalam pekerjaannya, tidak mengubah etos kerja dan produktifitasnya dan tidak mau berusaha untuk mengembangkan dan meningkatkan potensi yang ada di dalam dirinya, ia akan tetap berada pada posisi tertentu, tidak akan mengalami kenaikan jabatan, tidak dapat meningkatkan penghasilannya. Sebaliknya seseorang yang memiliki jiwa luwes, gesit dan selalu berusaha untuk memperoleh yang lebih baik, maka ia akan selalu belajar, berusaha menyempurnakan pekerjaan dan meraih prestasi, selalu mencari peluang dan memperkuat faktor-faktor yang dapat meningkatkan produktifitasnya.
Banyak orang yang mencari kebahagian tetapi tak kunjung dapat ini sama sekali bukan berarti bahwa kebahagiaan itu sulit ditemukan bahkan sebenarnya kebahagiaan itu sangat dekat dengan kita.

 KEHIDUPAN BAHAGIA DI AKHIRAT

 Hidupan di dunia ini hanya sementara sedangkan di akhirat itu adalah kehidupan yang kekal dan abadi. Tidak salah bila solusi terbaik baik setiap problematika manusia berujung pada agama, yang meyakini bahwa kebahagiaan tidak selalu identik dengan materi dan tidak hanya dengan akal saja. Sejalan dengan hal ini bila tujuan kebahagiaan manusia telah diluruskan menjadi tujuan yang hakiki, kebahagiaan dunia dan akhirat dijaminkan atas dirinya.
Pada dasarnya perjalanan hidup seseorang manusia sangat terkait dengan aspek keimanan ini. Jika kehidupan manusia tidak dibangun di atas aspek ini maka kehidupannya tidak akan berarti.
Oleh sebab itu, kehidupan ini harus di isi dengan aktivitas yang positif. Sebab, manusia harus menyadari bahwa hidup ini mempunyai tujuan jangka pendek dan jangka panjang. Tujuan jangka pendek adalah menjalani kehidupan di dunia ini dan berusaha mengisinya dengan upaya mencapai kebahagiaan di dalamnyadengan tetap menjaga dan mengamalkan tatanan kehidupan yang sesuai dengan syari’at agama. Adapun tujuan jangka panjang adalah menuju kehidupan akhirat dengan mempersiapkan bekal dengan nilai-nilai ketakwaan.
Semoga kita tergolong orang yang dapat meraih dan memperoleh kebahagiaan dunia dan akhirat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here