Hasil hitung cepat Pilpres 2019 menjadi sorotan BPN, hingga kini BPN menganggap hasil hitung cepat lembaga survei tidak valid berdasarkan sejumlah tuduhan.

BPN juga mengklaim kemenangan Prabowo-Sandi berdasar penghitungan real count yang dilakukan BPN. Namun, hingga dua pekan setelah pencoblosan, lokasi pengolahan data real count BPN masih dirahasiakan.

Arief Poyuono, politisi pendukung Prabowo-Sandi menyatakan lokasi pengolahan data real count sengaja dirahasiakan karena ada yang mengancam pihak 02.

“Kami tidak ingin memperlihatkan bagaimana cara atau tempat menghitung C1 karena ada ancaman dari pihak Jokowi, tapi bukan dari partai,” kata Arief.

Soal ancaman kepada kubu Prabowo, Adian Napitupulu dari kubu 01 mengatakan kalau Indonesia itu negara hukum.

“Beritahu, ancaman dari siapa, dan laporkan. Jangan bicara di media saja,” kata Adian.

Lebih lanjut Adian mengatakan pengawas pemilu dari 33 negara sudah bilang pemilu di Indonesia berjalan baik dan tidak ada kecurangan.

“Jadi jangan tuding sana sini curang. Kita tunggu saja tanggal 22 Mei,” katanya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here