Sejak masa kampanye, BPN telah menyuarakan adanya potensi kecurangan pemilu, saat itu yang dipersoalkan masalah DPT yang dinilai janggal, hingga Hashim Djojohadikusumo dua kali mendatangi KPU melaporkan hal itu.

Jelang pemungutan suara dan setelah pemungutan suara, tudingan kecurangan kembali dilontarkan oleh BPN, kasus yang diangkat di antaranya surat suara tercoblos Malaysia.

Menurut Adian Napitupulu, pihaknya tidak menampik adanya kecurangan karena pemilu dilakukan secara serentak dan dengan 800.000 TPS yang tersebar di seluruh Indonesia.

“Penyelenggara lengkap, pengawas ada, dari dalam negeri dan asing. Dari tiap partai juga ada. KPU saja dipilih parlemen. Jangan memonopoli kebenaran dan menuduh KPU, Bawaslu, tunggu saja pengumuman resmi,” kata Adian.

Mengenai tudingan, pendukung kubu 02 Arief Poyuono mengatakan ini bukan tudingan, tetapi memang fakta.

“Ada videonya. Bicara kecurangan ada faktanya. Buktinya saja KPU salah input data, ribuan salah input dan suara kami yang dikurangi. Ini pidato Prabowo warning, ini bisa potensi rusuh. Ini kecurangan terstruktur, sistematis dan masif. Saya tidak menuduh TKN curang, tapi pemilik modal ya yang masih ingin Jokowi menang,” katanya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here