Beranda Metropolitan Sejarah dan Perayaan Festival Tabot 2018 di Kota Bengkulu

Sejarah dan Perayaan Festival Tabot 2018 di Kota Bengkulu

24
0

Perayaan Tabot di Bengkulu secara turun-temurun sejak abad ke 14, sejarah perayaan Tabot di Bengkulu pertama kali dirayakan oleh Syeh Burhanuddin yang lebih populer sebagai Imam Senggolo tahun 1685. Pernikahan Imam Senggolo, dengan wanita Bengkulu kemudian anak, cucu, dan keturunannya disebut sebagai keluarga Tabot.

Latar belakang Festival Tabot, ini yaitu untuk mengingat atas kematian cucu Nabi Muhammad yaitu Husein bin Ali bin Abi Thalib, yang wafat di padang Karbala (Irak).

Selain telah menjadi Tradisi sejak lama, Tabot akhirnya dipandang sebagai upacara Tradisional di Kota Bengkulu.

Asal Usul Nama Tabot
Tabot berasal dari kata At-Tabut, yang secara Harfiah memiliki arti kotak atau peti, At-Tabut sudah ada sejak zaman Nabi Musa dan Harun, pada waktu itu At-Tabut dibawa turun ke bumi oleh malaikat.

Menurut kepercayaan Bani Israel, At-Tabut ini adalah sebuah peti atau kotak tempat menyimpan Jenazah pemimpin mereka.
Mereka meyakini bahwa At-Tabut harus tetap berada di tangan mereka karena hal ini akan mendatangkan kebaikan.

Di Bengkulu sendiri, upacara Tabot ini merupakan upacara hari berkabung  atas gugurnya Syaid Agung Husein Bin Ali Bin Abi Thalib, salah seorang cucu Nabi Muhammad SAW. Inti dari upacara tersebut adalah mengenang usaha dan upaya para pemimpin Syi’ah dan kaumnya yang berupaya mengumpulkan bagian-bagian dari jenazah Husein.

Setelah semua bagian tubuhnya terkumpul kemudian diarak dan dimakamkan di Padang Karbala. Seluruh upacara berlangsung selama 10 hari, yaitu dari tanggal 01 sampai dengan 10 Muharram.

Adapun tahapan dari upacara Tabot tersebut adalah sebagai berikut : Mengambil Tanah, Duduk Penja, Menjara, Meradai, Arak Penja, Arak Serban, Gam (masa tenang/berkabung) dan Arak Gedang serta Tabot terbuang.

Festival Tabot 2018 

Festival Tabot dilaksanakan selama 10 hari oleh masyarakat yang terhimpun dalam Kerukunan Keluarga Tabot Bengkulu yaitu pada 2018 ini bertepatan dengan tanggal 10-20 September 2018.

Puncak dari festival ini adalah pada hari ke-10, yaitu prosesi Tabot Tebuang atau pembuangan Tabot. Dalam 10 hari pelaksanaan juga akan digelar pertunjukan seni yang akan diikuti oleh 10 kabupaten-kota yang ada di provinsi Bengkulu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here