‎Juru bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Ace Hasan Syadzily mengemukakan Calon Presiden (Capres) nomor urut 02 Prabowo Subianto masih setia menjalankan strategi firehose of falsehood. Strategi itu berupa menanamkan keyakinan pada pengikutnya bahwa kubu 02 sudah menang.

“Dengan strategi deklarasi berulang-ulang, para pendukung disajikan realitas semu bahwa kubu 02 sudah menang dan informasi di luar itu adalah sesat dan direkayasa. Termasuk dilarang nonton TV yang memutar hasil quick count,” kata Ace di Jakarta, Sabtu (20/4/2019).

Ia menjelaskan dengan strategi itu, para pendukung seperti “disihir” untuk percaya satu sumber yakni survei internal, exit poll internal dan real count internal. Walaupun sumber informasinya adalah konstruksi dan tidak pernah teruji kebenarannya. Tujuan utamanya adalah menggalang sentimen pendukung agar bisa disiapkan untuk aksi berikutnya.

“Bisa jadi rangkaian dari skenario kubu 02 yang selama ini tokoh-tokohnya sudah bicara soal people power. Ini jelas manuver yang berbahaya,” ujar Ace yang juga politisi Partai Golkar ini.

‎Menurutnya, kubu Prabowo juga sedang menjalankan skenario lain yaitu medelegitimasi KPU dan juga ujungnya delegitimasi hasil pemilu. Deklarasi kemenangan beberapa kali jelas menegasikan proses yang sedang berlangsung di KPU.

Dengan menyebutkan angka kemenangan sebesar 62 persen maka mereka akan cepat bangun framing hasil perhitungan KPU berbeda dengan hasil real count mereka. Sudah dipastikan kubu 02 akan menyerang KPU dengan tuduh pemilu curang dan hasilnya direkayasa.

“Modus semacam ini sudah diperkirakan sejak awal ketika kubu 02 membangun narasi kalah karena dicurangi. Narasi ini dirangkai dari soal hoax soal kointainer, pemilih siluman dalam DPT, mobilisasi aparat sampai terakhir kertas suara dicoblos. Modus ini disiapkan jauh hari sebelum pemungutan suara dan sekarang mulai pelan-pelan terbukti. Tujuan akhirnya adalah delegitimasi KPU dan juga delegitimasi Pemilu,” jelasnya.

Dia menilai kubu Prabowo jelas melakukan manuver berbahaya. Upaya delegitimasi pemilu diikuti seruan people power akan membawa negara ini ke jurang perpecahan. Mereka sama sekali tidak peduli bahwa rakyat menyambut pemilu dengan riang gembira.

“Pemilu itu adalah people power yang sesungguhnya. Rakyat sudah bersuara. Kita sudah lihat hasilnya di perhitungan cepat (quick count). Tapi kita tunggu hasil perhitungan suara dari KPU yang dilakukan secara berjenjang dan melibatkan secara terbuka saksi dari masing-masing kotestan. Jika ada ketidakpuasan sudah disediakan salurannya. Jangan karena ambisi segelintir elite politik untuk berkuasa maka rumah ke-Indonesiaan dibakar oleh syhawat politik mereka,” tutup Ace yang juga Wakil Ketua Komisi VIII DPR ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here